Awal November 2017 ini, tepatnya tanggal 6 November 2017 malam, saya
diberitahukan oleh atasan saya untuk berangkat ke Semarang, untuk menghandle
accounting deparment di cabang Semarang, dimana saya sendiri tinggal di kota
Cirebon. Saya diharuskan sudah berada di Semarang pada tanggal 9 November 2017
tanpa ada alasan, cukup membuat kelabakan saya, seperti kebakaran jenggot…hehehe.
Keesokan harinya saya belum terpikir untuk transportasi apa yang harus
saya gunakan untuk berangkat ke Semarang, karena yang harus saya pikirkan adalah
keluarga dulu, maklum anak masih kecil-kecil, jadi harus dipikirkan untuk
keluarga ini, setelah diskusi dengan istri dan akhirnya clear, baru saya mulai
memikirkan apa yang harus saya lakukan disana, maklum di departemen tersebut
mengalami kekosongan leader.
Kekosongan leader inilah yang harus saya berpikir, apa yang harus saya
lakukan, dengan meneruskan apa yang sudah dicanangkan oleh leader sebelumnya
serta penyesuaian-penyesuaian yang kan saya lakukan, agar semua staf tetap
dapat mengikuti apa yang sudah ada dan tidak bingung dengan kebijakan-kebijakan
baru, sehingga semuanya dapat berjalan baik dan kondusif. Seharian saya membuat
program-program kerja yang akan saya sesuaikan dengan program-program kerja
yang sudah ada di cabang Semarang tersebut.
Saking sibuknya atau sok mikirin kerjaan ya, jadi kelupaan belum cari
transportasi dan akomodasi, untuk akomodasi, alhamdulillah sudah dibantu oleh
tim GA dari cabang Semarang, tinggal transportasi yang belum sempat cari-cari,
karena kepikiran antara naik travel antar-jemput, bis atau kereta api dengan
jadwal sore hari sebab rencananya berangkat sore hari, karena hanya dengan ketiga
jenis transportasi tersebutlah, perjalanan ke kota Semarang bisa ditempuh dari
Cirebon.
Melalui Analisa, jika menggunakan travel antar-jemput atau bis pasti
akan terjebak macet, karena memang perjalanan Cirebon-Semarang melalui jalur
pantura yang selalu ramai dengan pasar tumpah atau pasar kaget, ada juga
dibeberapa kota seperti Pemalang hingga Pekalongan melewati alun-alun kota,
yang mana kalau suasana disore hari akan ramai hingga malam hari, dan akan menghambat
perjalan cukup lama.
Setelah melalui analisa tersebutlah, akhirnya saya putuskan
menggunakan jasa transportasi kereta api, yang aman dan nyaman tentunya, lalu saya
mulai cari-cari dan platform yang pertama adalah melalui Traveloka, karena saya
sebelum-sebelumnya jika mau cari tempat menginap di Bandung atau Jakarta untuk
keperluan meeting, pasti melalui traveloka, maka dari itu, saya juga penasaran,
apakah memesan tiket kereta api juga semudah memesan hotel? Jadi keesokan
harinya tanggal 8 November 2017 pagi saya mulai browsing jadwal kereta api di
traveloka untuk keberangakat sore hari di tanggal tersebut, dan alhamdulillah
akhirnya masih bisa dapat juga yaitu kereta api Argo Sindoro jurusan Jakarta –
Semarang, yang mana berangkat dari stasiun Cirebon pk. 19.12 dan jadwal kedatangan
di stasiun Semarang Tawang pk. 22.15. Kemudian saya juga langsung beli tiket untuk
kepulangannya sekalian biar tidak ribet cari-cari lagi, karena jadwal
kepulangan saya tanggal 10 November 2017, dan saya dapat juga tiket kepulangan
dengan menggunakan kereta api Gumarang dengan jurusan Surabaya – Jakarta.
Alhamdulillah, awal handle cabang Semarang akhirnya dapat berjalan lancar,
kemudian dilanjutkan untuk kedatangan berikutnya di tanggal 15 November 2017 yang
langsung mulai aktif melakukan kegiatan sehari di accounting hingga saat ini,
dan rencana kepulangan yaitu tanggal 2 Desember 2017, yang mana semua pemesanan
tiket kereta apinya melalui traveloka.
Alhamdulillah selama melakukan pemesanan melalui traveloka sampai check
in di stasiun hingga keberangkatannya semuanya lancer tidak ada kendala, dan
semua itu mulai browsing jadwal, pembelian tiket, pembayaran tiket sampai cetak
tiket yang sudah dibooking hanya dilakukan dikantor tanpa harus kemana-mana,
ini yang menjadikan semuanya mudah dalam bertransaksi di traveloka.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir disini.